Penyakit jantung

October 17, 2018 Off By
Penyakit jantung

Penyakit Jantung 

 

 

 

Jantung merupakan organ yang sangat vital pada tubuh manusia. Jantung selalu berdetak selama manusia masih hidup dan akan berhenti setelah manusia meninggal dunia. Ketika jantung tidak bisa lagi berfungsi secara normal akan mengakibatkan penyakit yang sangat parah dan aktivitas tidak bisa berjalan seperti biasanya. Berikut ini artikel kesehatan jantung dan mudah-mudahan bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah Jantung Itu?

Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Dalam suatu serangan jantung (myocardial infarction), bagian dari otot jantung mati sewaktu tidak mendapatkan darah. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat-zat gizi lain yang dibawa oleh darah. Ini didapatkan melalui arteria (pembuluh darah) koroner, yang membungkus bagian luar jantung.

Mengenal Penyakit Jantung

Penyakit-penyakit dapat mempengaruhi bagian mana pun dari jantung. Tetapi, penyakit yang paling umum adalah penyakit kronis pada arteria koroner yang disebut aterosklerosis. Karena itu, sakit jantung yang umum dikenal dan paling banyak diderita adalah penyakit jantung koroner atau penyakit arteria koroner. Penyakit ini paling sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penyempitan pada pembuluh darah koroner, dimana pembuluh ini berfungsi untuk menyediakan darah ke otot jantung. Penyempitan disebabkan oleh tumpukan kolesterol atau protein lain yang berasal dari makanan yang masuk dalam tubuh. Penumpukan ini juga menyebabkan pembuluh darah koroner menjadi kaku. Kekakuan ini disebut sebagai aterosklerosis.

Aterosklerosis terjadi jika terjadi penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteri. Selang beberapa waktu, plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit arteri, dan menghambat aliran darah ke jantung. Penyakit arteria koroner atau coronary artery disease (CAD) inilah yang pada dasarnya menuntun kepada sebagian besar serangan jantung.

Penyumbatan dalam satu arteri koroner atau lebih dapat menimbulkan serangan jantung secara tiba-tiba. Penyebabnya karena jantung meminta oksigen melebihi yang tersedia sehingga memicu serangan jantung. Mengapa? Apabila otot jantung tidak menerima oksigen untuk waktu yang cukup lama, jaringan di sekitarnya dapat rusak. Tidak seperti jaringan yang lain, otot jantung tidak mengalami regenerasi. Semakin lama serangannya, semakin banyak kerusakan pada jantung dan semakin besar kemungkinan meninggal.

Bahkan dalam arteri yang tidak terlalu sempit karena timbungan plak dan lemak, timbunan plak dapat pecah dan membentuk kerak darah atau trombus. Selain itu, arteri yang berpenyakit juga cenderung mengalami kontraksi otot secara mendadak. Sehingga, sekeping kerak darah dapat terbentuk di tempat kontraksi, melepaskan zat kimia yang kemudian mengakibatkan dinding arteri menyempit, memicu sebuah serangan jantung.

Jika sistem kerja dari jantung rusak, irama normal jantung dapat menjadi kacau dan jantung mulai bergetar dengan tidak menentu atau mengalami fibrilasi. Irama tidak normal ini disebut sebagai aritmia yaitu penyimpangan dari irama jantung normal. Hal ini akan menyebabkan jantung kehilangan kesanggupannya untuk memompa darah dengan efektif ke otak. Dalam waktu sepuluh menit, otak mati dan si pasien pun tidak tertolong lagi.

Selain penyakit jantung koroner yang disebabkan karena penumpukan lemak di dinding arteri, ada juga penyakit jantung lainnya yang disebabkan kelainan semenjak lahir. Misalnya jantung yang tidak sempurna, kelainan katup jantung, melemahnya otot jantung. Penyebab lain adalah bakteri yang menyebabkan infeksi pada jantung.

Gejala Penyakit Jantung

Gejala-gejala yang dirasakan jika mengalami penyakit jantung koroner antara lain rasa sakit atau nyeri di dada di mana kebanyakan orang menyangka itu hanya sebagai gangguan pencernaan. Lalu gejala lain yaitu merasa tertekan di tengah dada selama 30 detik sampai 5 menit. Hal lainnya adalah keringat dingin, berdebar-debar, pusing, dan merasa mau pingsan. Gejala ini tidak selalu dirasakan penderitanya. Tanda peringatan lain adalah napas tersengal-sengal pada saat berolahraga.

Selama beberapa bulan sebelum serangan jantung biasanya penderita penyakit jantung sering merasa sangat lelah. Jangan menganggap gejala ini disebabkan oleh kurang tidur dan stres akibat pekerjaan.

Rasa nyeri atau rasa ditekan di dada, yang disebut angina, memberikan peringatan kepada setengah dari mereka yang menderita serangan jantung. Beberapa orang mengalami napas tersengal-sengal atau kelelahan dan perasaan lunglai sebagai gejalanya, mengindikasikan bahwa jantung tidak mendapatkan cukup oksigen karena penyumbatan koroner.

Biasanya beberapa hari menjelang mengalami serangan jantung hebat, seseorang akan mengalami kontraksi otot secara tiba-tiba di dada yang merupakan serangan kecil atau serangan jantung ringan. Serangan jantung ringan umum terjadi sebelum serangan besar beberapa hari kemudian.

Mengatasi Penyakit Jantung

Jika Anda merasakan gejala awal penyakit jantung ataupun pernah mengalami serangan jantung ringan, jangan abaikan itu. Anda sangat membutuhkan penanganan dini oleh personel medis yang terlatih. Ini dapat menyelamatkan jantung dari kerusakan yang lebih parah dan bahkan dapat menghindari akibat yang lebih fatal seperti kematian.

Namun jika gejala serangan jantung mulai terjadi, sangat penting untuk segera mencari bantuan medis. Risiko kematian terbesar dari serangan jantung adalah dalam kurun waktu satu jam setelah terjadi serangan jantung. Perawatan yang cepat dan tepat dari tim medis dapat menyelamatkan otot jantung dari kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Semakin banyak otot jantung yang terselamatkan, semakin efektif jantung akan kembali memompa setelah serangan. Jangan menunda-nunda untuk mendapatkan bantuan medis karena merasa takut dianggap mengada-ada.

Bila telah terjadi penyumbatan, tindakan medis yang umumnya diambil adalah dengan pemasangan kateterisasi dan cincin yang menjaga agar pembuluh darah koroner tidak tersumbat. Tetapi, ada kemungkinan terjadi penyumbatan pada pembuluh lainnya.

Jenis-Jenis Penyakit Jantung

Penyakit jantung merujuk pada penyakit yang menyerang jantung dan sistem pembuluh darah. Jantung adalah organ strategis dalam tubuh seseorang karena peranannya sebagai pemompa darah. Ada banyak penyebab penyakit jantung seperti pola hidup, kelainan bawaan sejak lahir, dan pola makan yang tidak sehat. Serangan jantung merupakan akibat mematikan dari penyakit jantung koroner yang menjadi pembunuh wanita dan pria paling banyak di Amerika.

Faktanya, penyakit jantung tak hanya menyerang orang lanjut usia. Dewasa ini, banyak anak muda yang telah mengidap berbagai penyakit jantung. Bahkan bayi yang baru lahir bisa mengidap kelainan pada jantung. Ada 50 lebih jenis penyakit jantung yang mengintai mereka yang memiliki pola hidup dan makan yang tidak sehat. Meskipun sudah ada beragam cara untuk menangani sakit jantung, dari medis hingga herbal, mencegah tetap lebih baik dari mengobati.

Ini dia jenis-jenis penyakit jantung yang wajib Anda waspadai.

1.Gagal Jantung

Gagal Jantung atau Heart Failure adalah keadaan dimana jantung tidak bisa memasok aliran darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan berpotensi mematikan. Terkadang gagal jantung sering disalah artikan sebagai serangan jantung.

2.Penyakit jantung jenis ini memiliki gejala antara lain: pembengkakan pada kaki dan tangan, penambahan atau pengurangan berat badan sebelum terjadi pembengkakan karena kelebihan cairan, nafas pendek, kelelahan yang terus menerus, angina atau ketidaknyamanan pada dada dan lengan karena penyumbatan arteri koroner.

3.Heart Valve Disease

Heart Valve Disease atau masalah pada katup jantung adalah keadaan dimana salah satu atau lebih katup jantung tidak bekerja dengan baik. Dalam beberapa kasus, orang-orang terlahir dengan masalah pada katup jantung sedangkan beberapa orang mendapatkan kelainan pada katup di masa hidupnya. Kelainan pada katup jantung bisa disebabkan oleh infeksi, usia, dan karena penyakit lain. Hampir tak ada gejala yang ditemukan oleh penderita kelainan pada katup jantung.

4.Ada tiga jenis penyakit katup jantung: kebocoran, penyempitan, dan katup tanpa lubang. Tidak ada obat untuk kelainan pada katup jantung kecuali operasi. Tetapi bagi Anda yang tidak memiliki penyakit ini dari lahir, menjaga pola makan dan pola hidup adalah kunci untuk terbebas dari penyakit ini.
5.Aritmia

Ini adalah jenis penyakit jantung yang mengganggu yakni gangguan irama atau detak jantung. Detak jantung bisa lebih cepat, lebih lambat, dan tidak teratur. Faktor utama penyakit aritmia adalah kurangnya kalsium dalam tubuh dan terjadinya

6.Penyumbatan pembuluh darah jantung.

Penyumbatan pembuluh darah jantung yang juga berefek pada detak jantung yang tidak normal akan berakibat pada serangan jantung. Selain 2 hal tersebut penyebab aritmia lainnya adalah diabetes, tekanan darah tinggi, merokok, kafein, alkohol, stres, kematian otot jantung, penyalahgunaan obat, dan terlalu aktifnya kelenjar thyroid.
7.Perikarditis

Jenis penyakit jantung ini adalah peradangan pada kantung jantung atau pericardium sehingga menimbulkan penimbunan cairan dan penebalan. Peradangan ini disebabkan oleh beberapa hal. Penyebab yang umum adalah infeksi virus dan terapi penyinaran untuk kanker payudara.

Gejala yang timbul akibat perikarditis adalah sesak nafas, batuk, tekanan darah tinggi, dan kelelahan akibat kerja jantung menjadi tidak efisien. Penyakit jantung ini bisa didiagnosa melalui MRI atau kateterisasi jantung.Mengonsumsi obat untuk mengurangi cairan dapat membantu mengurangi gejala perikarditis tetapi kesembuhan total dilakukan dengan mengangkat pericardium.

8.Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan oleh lapisan lemak atau kolesterol di dinding nadi yang menyumbat pembuluh darah. Akibat dari penyumbatan oleh lapisan lemak dan kolesterol ini adalah terganggunya proses suplai darah dari dan ke jantung.

Ketika darah tersumbat akibat lapisan lemak maka inilah yang disebut serangan jantung. Lapisan lemak dan kolesterol di dinding nadi diakibatkan oleh kecanduan rokok, hipertensi, dan kolesterol tinggi.

Jika seseorang merasakan gejala-gejala seperti nyeri di dada bagian tengah yang menjalar hingga ke lengan kiri dan leher bahkan sampai ke punggung, keringat dingin, dan rasa mual berarti orang tersebut kemungkinan menderita penyakit jantung koroner.

Penyebab Penyakit Jantung Koroner

Seseorang mengalami penyakit jantung koroner jika aliran darah ke jantungnya terhambat oleh lemak. Penimbunan lemak di dalam arteri jantung ini dikenal dengan istilah aterosklerosis dan merupakan penyebab utama penyakit jantung koroner.
Selain dapat mengurangi suplai darah ke jantung, aterosklerosis juga dapat menyebabkan terbentuknya trombosis atau penggumpalan darah. Jika ini terjadi, aliran darah ke jantung terblokir sepenuhnya dan serangan jantung pun terjadi. Faktor pemicu aterosklerosis meliputi kolesterol yang tinggi, merokok, diabetes, serta tekanan darah tinggi.

Jenis-jenis dan Gejala Penyakit Jantung Koroner

Penyakit jantung koroner terbagi ke dalam dua jenis yang dikategorikan berdasarkan tingkat penghambatan aliran darah, yaitu angina (angin duduk) dan serangan jantung.

Penyakit jantung yang tidak ditangani akan mengakibatkan komplikasi mematikan. Ketika tidak menerima suplai darah yang cukup hingga terlalu lemah untuk memompa darah, kinerja jantung akan menurun. Kondisi ini dikenal sebagai gagal jantung. Komplikasi ini dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.

Jenis Pemeriksaan Penyakit Jantung Koroner

Pada diagnosis awal, dokter biasanya akan menanyakan tentang gejala, riwayat kesehatan keluarga, serta pola hidup Anda. Jika mencurigai Anda mengidap penyakit jantung, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani beberapa pemeriksaan untuk mengonfirmasi diagnosis. Misalnya, tes darah, elektrokardiogram (EKG), angiografi koroner, CT scan, serta MRI scan.

Langkah Pengobatan Untuk Penyakit Jantung Koroner

Jika mengidap penyakit jantung, Anda sangat dianjurkan untuk mengubah pola hidup Anda seperti menjaga pola makan, rutin berolahraga, minum obat secara teratur dan sesuai petunjuk dokter, serta berhenti merokok. Penyakit jantung koroner tidak bisa disembuhkan, tapi bisa dicegah agar tidak memburuk. Dokter akan menganjurkan langkah operasi untuk menangani penyakit ini jika diperlukan. Tujuan dalam pengobatan penyakit jantung adalah untuk mengendalikan gejala dan menurunkan risiko munculnya serangan fatal seperti serangan jantung.

Pencegahan Penyakit Jantung Koroner

Terdapat beberapa langkah pencegahan yang sederhana untuk menghindari penyakit jantung, yaitu:

  • Berhenti merokok.
  • Menerapkan pola hidup sehat, misalnya mengurangi makanan berkolesterol tinggi serta berolahraga teratur.
  • Menjaga berat badan yang sehat.
  • Mengurangi konsumsi minuman keras.

Makanan Sehat Untuk Jantung

Menjalani pola hidup sehat dapat membuat Anda terhindar dari risiko terkena penyakit jantung dan mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung. Salah satunya adalah dengan cara memulai kebiasaan mengonsumsi makanan sehat untuk jantung.

Yang pertama adalah dengan menghindari makanan siap saji dan serba instan karena dapat memperbesar risiko terkena berbagai macam penyakit yang berbahaya, salah satunya adalah penyumbatan saluran darah yang dapat berujung kepada serangan jantung. Selain berkalori tinggi, makanan siap saji umumnya mengandung kadar garam yang tinggi, sehingga dapat menyebabkan hipertensi

Untuk terhindar dari risiko terkena penyakit jantung, Anda perlu menjalani pola hidup sehat. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa dengan melakukan kebiasaan yang sehat, seperti olah raga teratur, tidak merokok, dan mengonsumsi makanan sehat, dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung hingga 82 persen. Selain itu, penelitian lainnya juga mengungkapkan bahwa orang yang berusia 70-90 tahun yang membiasakan diri hidup sehat, dapat menurunkan risiko kematian akibat penyakit jantung sebesar 66 persen.

Kelompok Makanan yang Sehat

Salah satu pola hidup sehat yang dapat Anda jalani adalah mengonsumsi makanan sehat untuk jantung. Lantas, apa saja makanan yang dimaksud? Untuk menyehatkan jantung dan membantunya bekerja dengan kuat, senyawa fitonutrien yang terdapat pada sayur dan buah bisa bermanfaat. Senyawa ini membantu melindungi tumbuhan dari kuman, jamur, dan hama pengganggu. Sedangkan bagi manusia, senyawa ini dapat membantu tubuh bekerja dengan baik.

Berikut beberapa makanan yang mengandung fitonutrien.

  • Kacang, Perbanyak makan kacang seperti kacang merah hingga tiga cangkir seminggu. Selain kaya akan fitonutrien yang baik untuk jantung, kacang-kacangan juga kaya akan kandungan serat dan air yang membuat Anda cepat kenyang. Hal ini dapat mencegah Anda mengonsumsi lebih banyak kalori. Di samping itu, kacang-kacangan juga kaya akan antioksidan yang berperan mencegah kerusakan sel akibat paparan radikal bebas sebagai penyebab kanker, penyakit Parkinson, dan Alzheimer.
  • Biji-Bijian Utuh , Mengonsumsi biji-bijian utuh seperti gandum, beras merah, atau jagung sebagai sumber utama karbohidrat dapat menurunkan risiko penyakit jantung, diabetes, beberapa jenis kanker, obesitas, dan masalah kesehatan lainnya. Hal ini karena biji-bijian tersebut mengandung protein, serat, antioksidan, vitamin B, dan mineral. Mineral yang dimaksud adalah seperti zat besi, zinc, dan magnesium.
  • Apel , Menurut satu penelitian, mengonsumsi satu hingga dua apel per hari kemungkinan dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Penelitian tersebut menemukan bahwa apel efektif mengurangi kolesterol jahat dalam tubuh dan membantu mengatur gula darah. Hal ini karena selain mengandung fitonutrien, apel juga mengandung senyawa lain yang baik untuk jantung, yaitu quercetin dan pektin. Quercetin adalah senyawa yang mampu mencegah peradangan dan asma, serta diduga mampu mencegah kanker. Sedangkan pektin adalah serat larut yang membantu menurunkan tingkat gula darah dan tekanan darah. Walau masih diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai kepastian dampak apel pada jantung, tidak ada salahnya mengonsumsi buah ini.
  • Bawang , Bawang putih diketahui tidak memengaruhi tekanan darah, sehingga dapat sering dikonsumsi. Bawang putih juga dapat menggantikan garam untuk menambah rasa gurih pada makanan. Hal ini baik untuk kesehatan jantung karena makin banyak konsumsi garam, maka makin tinggi risiko terkena tekanan darah tinggi yang dapat memicu penyakit jantung dan stroke. Batas asupan garam harian adalah tidak lebih dari 5-6 gram per hari atau setara dengan 2000-2400 mg natrium per hari. Sedangkan bagi orang yang memiliki risiko penyakit jantung, konsumsi natrium maksimal adalah 1.500 mg.
  • Anggur , Buah anggur diduga berpotensi mencegah penyakit jantung dan hipertensi atau tekanan darah tinggi. Ini karena buah anggur mengandung serat dan senyawa quercetin. Quercetin tampak bisa melindungi pembuluh darah dari penyumbatan. Walau efek anggur pada kesehatan jantung masih perlu diteliti secara lebih menyeluruh, Anda bisa mencoba memasukkan anggur sebagai salah satu pilihan buah sehari-hari.
  • Kubis , Selain kaya akan fitonutrien yang dapat menyehatkan jantung, kubis juga mengandung vitamin C, vitamin A, vitamin K, kalsium, potasium, dan zat besi. Oleh karenanya, Anda dapat menambahkan kubis ke dalam salad atau menu sayuran Anda.
  • Buah Beri, Ragam buah beri seperti bluberi, stroberi, rasberi, dan blackberry dapat dijadikan camilan sehat. Buah beri yang kaya akan serat dan antioxidan diduga mampu mengurangi peluang terjadinya serangan jantung. Selain itu, rasa manis dalam buah beri tidak memicu diabetes. Penelitian mengenai efek buah beri dalam melindungi kesehatan jantung masih perlu dikaji lebih lanjut.
  • Teh Hijau , Teh merupakan salah satu minuman favorit, terlebih karena manfaatnya. Ada sejumlah penelitian yang menemukan keterkaitan antara meminum teh hijau dengan penurunan risiko penyakit jantung. Salah satunya adalah penelitian di Jepang, mereka yang meminum lebih dari lima cangkir teh hijau dalam sehari memiliki risiko sekitar 25 persen lebih rendah mengalami kematian akibat serangan jantung dan stroke. Namun, berhati-hatilah dalam mengonsumsi teh hijau. Meminum lebih dari lima cangkir teh hijau tiap hari dapat meningkatkan risiko terkena penyakit batu ginjal. Oleh karena itu, jika mengonsumsi banyak teh hijau, perbanyak juga konsumsi air putih agar terhindar dari dehidrasi dan agar sistem kemih tetap lancar.

Pantangan Makanan yang Harus di hindari Bagi Penderita Penyakit Jantung Lemah, antara lain:

  • Kurangin Makanan yang Mengandung Kolesterol Tinggi seperti : Daging kambing,Kepiting,Telur burung puyuh,Otak sapi,Kulit ayam,Udang, Cumi,Belut,Kuning telur,Daging bebek,Telur ikan,Hati sapi,Mentega,Kerang,Keju,Jeroan,Minyak sarden,Santan kelapa,Makanan kemasan Nugget, Daging asap,Sosis,Kornet,Pie, Donat
  • Nugget, daging asap, sosis serta kornet termasuk di dalam kategori daging olahan di mana biasanya daging-daging tersebut melalui proses pengawetan. Penggunaan garam, nitrat, serta bahan pengawet lain pasti juga digunakan sehingga ini bakal berpengaruh buruk, khususnya meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.,Sudah ada berbagai penelitian yang sudah menunjukkan bahwa daging-daging olahan tersebut mampu memperburuk kondisi organ jantung. Jantung yang tadinya baik-baik saja lama-kelamaan dapat kehilangan fungsinya akibat makanan-makanan tersebut. Kolesterol yang tinggi akan menyumbat pembuluh darah yang mengalirkan darah serta mengirim oksigen ke jantung.
  • Makanan Cepat Saji / fast food , contohnya : Mie instan ,Keriping kentang (potato chips), Hamburger , Pizza ,Ayam goreng crispy , Manisan kering ,Makanan yang dibakar maupun dipanggang ,Olahan keju apapun ,Makanan asinan ,Makanan kalengan ,Gorengan ,Sajian manis beku . Meski memang lezat dan menggugah selera, Anda perlu tahu betul bahwa makanan cepat saji sangatlah berbahaya bagi tubuh. Ini karena di dalam fast food kadar sodium, lemak trans dan gula sangatlah tinggi. Ditambah pula dengan kenyataan bahwa fast food sangatlah rendah serat dan gizi, ini menjadi lebih berbahaya bagi tubuh pengonsumsinya. Ketika porsi fast food sangat berlebihan dan besar, tak hanya jantung saja yang bisa terancam kesehatannya. Organ hati, ginjal hingga sistem pencernaan bisa terganggu juga. Fast food bisa meliputi junk food (walau memang tak semua junk food merupakan fast food) karena saking tidak alami dan tak menyehatkan untuk tubuh dengan lemak hewani jenuh serta karbohidrat glikemik tinggi. Namun, ada pula yang termasuk di dalam semi-fast food di mana memang ada persiapan khusus yang agak lama dalam penyajiannya, seperti:nasi bakar, Sereal panggang,Yogurt
  • Karbohidrat memang merupakan salah satu nutrisi yang paling dibutuhkan oleh tubuh manusia karena kita memperoleh tenaga juga dari karbohidrat. Namun, para penderita penyakit jantung sebaiknya tidaklah mengonsumsi makanan-makanan berkarbohidrat olahan. Karbohidrat olahan justru masuk di dalam pantangan bagi yang punya masalah dengan kesehatan jantung. Proses pengolahan dari karbohidrat olahan memanglah turut menyertakan fitokimia, lemak sehat, serat dan mineral, tapi ada tambahan yang mungkin tak akan terbayangkan. Ada bahan-bahan berbahaya bagi tubuh yang biasanya turut ditambahkan, yakni lemak trans, gula atau fruktosa, berikut juga sodium alias garam sehingga otomatis menjadi tidak sehat lagi. Makanan rendah gula biasanya cukup sering memakai furktosa.

Ada sejumlah penelitian yang sudah membuktikan bahwa pada dasarnya tubuh manusia tak memiliki kemampuan dalam mengolah fruktosa. Akibatnya, terjadilah penumpukan lemak hati karena fruktosa bukanlah gula pada umumnya yang dapat diolah. Makanan berfruktosa tinggi akan sangat berbahaya dan membuat konsentrasi kolesterol LDL lebih tinggi, termasuk juga apoliprotein dan trigliserida. Kesemuanya itu mampu menjadi pemicu terjadinya penyumbatan atau penyempitan pembuluh arteri pada organ jantung. Jadi untuk lebih aman dan senantiasa menjaga kesehatan jantung, karbohidrat olahan yang wajib untuk dihindari antara lain: Sereal instan,Mie instan,Makanan dengan kadar gula tinggi,Roti putih,Biskuit,Permen

  • Makanan Bertrigliserin
    Anda juga perlu memerhatikan betul bahwa makanan dengan kandungan trigliserin tinggi bukanlah untuk penderita penyakit jantung. Makanan dengan kandungan trigliserin tinggi akan otomatis menaikkan kadar kolesterol sehingga mengancam kondisi jantung Anda. Ingat bahwa trigliserin merupakan lemak jahat yang berpotensi menyumbat arteri jantung.Contohnya : Tape,Buah durian
  • Makanan dengan kolesterol dan lemak trans tinggi perlu menjadi pantangan utama karena lemak trans sendiri merupakan jenis lemak yang biasa digunakan untuk membuat makanan ringan atau makanan yang dipanggang lebih panjang umur. Kolesterol jahat atau LDL bisa langsung meningkat apabila Anda rajin mengonsumsi makanan-makanan berlemak trans.

Sedikit tips untuk Anda supaya bisa bebas dari makanan yang mengandung lemak jenuh adalah sebaiknya perhatikan kalimat pada produk makanan yang Anda beli. Pastikan bahwa pada produk tersebut tak tercantum kalimat seperti partially hydrogenated dan shortening supaya jantung tidak makin buruk.

Tak hanya itu, makanan cepat saji juga kebanyakan mengandung kadar garam tinggi, maka dari itu penggemar makanan ini pasti rata-rata adalah penderita tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, ada baiknya memang para penderita penyakit jantung mulai membiasakan diri untuk berdiet dengan mengonsumsi makanan rendah garam. Tujuannya tentu saja adalah untuk membuat tekanan darah yang tinggi bisa turun dan kembali stabil.

  • Selain mengonsumsi makanan sehat untuk jantung dan membatasi asupan garam tidak lebih dari 5-6 gram per hari, kita juga perlu berolahraga secara rutin dan hindari merokok agar tubuh sehat dan jantung senantiasa kuat memompa darah ke seluruh tubuh dengan baik.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI KONTAK DI SAMPING WEBSITE