Mengenali Hormon Wanita

February 14, 2020 Off By
Mengenali Hormon Wanita

Mengenali Hormon Wanita 

 

Sebenarnya tubuh manusia memproduksi lebih dari tiga hormon. Terdapat beberapa kelenjar produsen hormon dalam tubuh seperti kelenjar tiroid, kelenjar pituitari, dan kelenjar pankreas yang memproduksi hormon daya tahan tubuh dan sistem metabolisme, hormon emosi dan hormon untuk pembentuk struktur darah.

Sedangkan 3 hormon wanita ini berkaitan erat dengan fungsi reproduksi wanita, bahkan beberapa diproduksi dalam peralatan reproduksi wanita tepatnya di dalam indung telur. Namun peran ketiganya melebihi dari fungsi reproduksi dan aktivitas dalam organ genital belaka.

Namun ada peran besar dari 3 hormon wanita ini dalam siklus hidup wanita tiap bulannya dan dapat mempengaruhi seluruh fungsi tubuh mulai dari otak sampai jantung. 3 hormon wanita ini juga bisa mempengaruhi kelenjar lain dalam tubuh yang juga memproduksi hormon lain.

3 hormon wanita ini memiliki kadar dalam tubuh yang terus berfluktuasi tiap harinya. Fluktuasi (naik-turun) kadar hormon tersebut dalam tubuh wanita sangat bergantung dengan siklus menstruasi. Dan seringkali memberi pengaruh signifikan terhadap perubahan emosi, kondisi tubuh, dan vitalitas wanita.

 3 hormon wanita yang bekerja mempengaruhi sistem reproduksi dan seluruh organ tubuh ini Yaitu : 

  • Hormon Estrogen
    Estrogen adalah hormon wanita yang paling utama. Fungsinya untuk membentuk organ-organ kewanitaan, misalnya membentuk payudara, menyempurnakan sistem reproduksi, dan menyempurnakan bentuk vagina.

Hormon estrogen bekerja untuk menjaga fungsi reproduksi wanita, meredakan stress, meredakan tekanan pada otot sehingga biasanya menghambat pembentukan massa otot, memicu seseorang lebih empati, dan cenderung mendorong seseorang tampak lebih stabil dalam mood.

Hormon ini biasanya meningkat pada masa haid hingga 1 minggu pasca haid datang. Estrogen membantu membersihkan seluruh dinding penebalan pada rahim sekaligus dengan endapan darah yang ada di dalamnya. Membantu melancarkan kembali aliran darah dalam tubuh dan meningkatkan mood Anda. Biasanya wajah menjadi lebih bersih, mood menjadi positif, dan meningkatnya semangat serta energi karena metabolisme yang pulih.

  • Hormon Progesteron
    Hormon ini biasanya mulai meningkat sekitar beberapa hari pasca haid berakhir dan memuncak pada 1 minggu menjelang haid. Progesterone yang bertugas membentuk sel endometrium pada dinding rahim sehingga dinding rahim menebal menjelang haid.

Hormon ini mempersiapkan rahim dan tubuh menjelang kehamilan dan masa subur. Karenanya hormon ini juga berkaitan erat dengan efeknya terhadap kestabilan kondisi tubuh secara menyeluruh, baik terhadap pembuluh darah, kondisi metabolisme, pembakaran lemak serta gula, dan sinergi positifnya dengan kondisi otak dan jantung. Salah satu fungsi terbaiknya adalah menekan efek samping dari kelebihan estrogen dan testosteron.

  • Hormon Testosteron
    Hormon testosteron identik sebagai hormon pria dan karenanya secara normal hanya diproduksi dalam kadar kecil pada wanita. Namun hormon ini berperan besar dalam sistem reproduksi wanita. Terutama pada saat-saat menjelang haid datang hinga 1 -2 hari haid datang bersamaan dengan fakta bahwa tidak ada pembuahan yang terjadi. Secara normal, hormon ini akan menurun sendiri seiring dinding rahim mulai luruh dalam periode haid.

Hormon ini berperan paling besar untuk meningkatkan libido wanita yang biasanya muncul pada hari-hari menjelang haid, juga membantu proses pelepasan penebalan dinding rahim pada awal haid. Hormon ini kerap dianggap lawan dari estrogen, biasanya hormon ini mendorong pembentukan massa otot dan memicu adrenalin sehingga kerap membuat seseorang lebih kompetitif sekaligus impulsif.

Peningkatan hormon ini kerap disertai penurunan estrogen dan progesteron yang menyebabkan beberapa kondisi seperti mood yang memburuk, nafsu makan meningkat, sakit kepala, dan jerawat.

Estrogen, Hormon Penting Dalam Tubuh Wanita

Estrogen adalah sebutan untuk sekelompok hormon yang berperan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan karakteristik seksual wanita serta proses reproduksi.

Estrogen, Hormon Penting dalam Tubuh Wanita, Alodokter

Hormon ini sebenarnya tidak hanya diproduksi dalam tubuh perempuan, tapi juga terdapat dalam tubuh pria dalam kadar yang jauh lebih rendah. Hanya saja peran hormon estrogen dalam tubuh pria belum diketahui secara pasti.

Hormon sendiri adalah substansi kimia yang berperan penting dalam tubuh manusia dan mengalir ke seluruh tubuh, umumnya melalui pembuluh darah. Secara umum, hormon berperan dalam:

  • Membawa pesan atau instruksi dari satu kelompok sel ke kelompok sel lain.
  • Memengaruhi fungsi organ dan sel.
  • Mengatur perkembangan dan metabolisme tubuh.
  • Menentukan fungsi seksual dan jaringan reproduksi.
  • Berdampak kepada mood.
  • Mengatur bagaimana tubuh memanfaatkan asupan makanan yang masuk.
  • Mengelola reaksi tubuh terhadap bahaya.

Mengenali peran hormon, terutama hormon estrogen dalam tubuh, dapat membuat wanita lebih memahami berbagai perubahan dalam tubuh seiring waktu.

Dari Otak Hingga ke Tulang

Hormon estrogen secara khusus berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan organ seksual wanita. Hormon ini diproduksi oleh indung telur, jaringan lemak, dan kelenjar adrenal. Kelompok hormon ini terdiri dari estriol, estron, serta estradiol. Hormon estradiol memiliki kadar paling tinggi pada masa reproduksi wanita. Estriol diproduksi oleh plasenta selama masa kehamilan, sementara estradiol dan estron diproduksi terutama oleh indung telur pada masa pramenopause. Meningkatnya kadar estrogen pada masa pubertas umumnya ditandai dengan tumbuhnya rambut pada kemaluan dan ketiak.

Dalam tubuh wanita, hormon ini mengalir dalam pembuluh darah dan berdampak pada banyak organ, seperti otak, payudara, hati, dan tulang.

Berikut ini adalah berbagai peran estrogen pada sebagian anggota tubuh:

Otak

  • Membantu menjaga suhu tubuh.
  • Menunda hilangnya daya ingat.
  • Membantu mengelola bagian otak yang mempersiapkan tubuh untuk perkembangan seksual dan reproduksi.

Jantung dan hati

  • Membantu menjaga produksi kolesterol oleh hati sehingga mengurangi risiko penumpukan plak dalam arteri koroner.

Indung telur dan rahim

  • Merangsang matangnya indung telur serta merangsang permulaan siklus menstruasi wanita. Kondisi ini menandakan sistem reproduksinya telah matang.
  • Merangsang kematangan rahim serta membantu mempersiapkan rahim sebagai tempat berkembangnya janin.
  • Bekerjasama dengan progesteron, estrogen berperan mencegah pelepasan sel telur ketika pembuahan telah terjadi.
  • Estrogen yang terkandung dalam kontrasepsi oral dapat meredakan gejala transisi menopause dan kram di masa menstruasi, serta mengelola siklus menstruasi.

Payudara

  • Merangsang perkembangan payudara di masa pubertas serta mempersiapkan kelenjar untuk memproduksi ASI.

Tulang

  • Membantu mempertahankan kepadatan tulang. Bekerjasama dengan vitamin D, kalsium, dan mineral, hormon estrogen membantu mencegah pengeroposan tulang yang berisiko menyebabkan osteoporosis. Tulang manusia akan terus beregenerasi, namun pembentukan tulang yang baru akan melambat setelah usia 30, bersamaan dengan penurunan kadar estrogen.

Peran Estrogen dari Masa ke Masa

  • Di masa subur dan sebelum memasuki masa menopause, hormon estrogen berperan mengelola beberapa hal, seperti fungsi vagina, elastisitas dan ketebalan kulit, penyerapan kalsium untuk kekuatan tulang, relaksasi pembuluh darah pada jantung sehingga melindungi dari serangan jantung, serta kesehatan saluran kemih. Rendahnya kadar estrogen pada masa menyusui dapat membuat vagina menjadi lebih kering.

Dalam periode transisi menopause atau sebelum menopause, kadar estrogen umumnya berfluktuasi sebelum akhirnya menurun dan menyebabkan perubahan fisik dan emosional. Di masa menopause, rendahnya kadar estrogen dapat menyebabkan vagina menjadi kering dan menipisnya dinding vagina sehingga menyebabkan hubungan seksual menjadi terasa menyakitkan. Penurunan kadar estrogen juga bisa memengaruhi siklus tidur dan kekencangan otot, terutama pada bagian panggul. Elastisitas kulit menurun dan keriput lebih rentan muncul. Hot flashes juga terjadi sebagai tanda dari menopause. Penyakit seperti osteoporosis dan infeksi saluran kemih lebih rentan terjadi pada mereka yang mengalami menopause.

Terapi penggantian hormon dapat digunakan untuk mengatasi efek-efek berkurangnya kadar estrogen. Namun langkah ini tidak cocok untuk semua wanita dan banyak kontroversi berkembang seputar efek samping penggantian estrogen dalam jangka panjang. Kini penanganan lebih diutamakan dengan cara mengonsumsi suplemen untuk mengurangi risiko, misalnya suplemen vitamin dan kalsium, serta olah tubuh dengan angkat beban untuk kekuatan tulang. Beberapa jenis obat antidepresan dapat digunakan untuk mengurangi hot flashes, serta estrogen oles yang dapat digunakan untuk menangani kekeringan pada vagina.

Ini Akibatnya Bila Wanita Kekurangan Hormon Seks

Berikut ini sepuluh gejala yang dialami jika wanita memiliki kadar estrogen yang rendah. Gejala-gejala itu bisa bervariasi kondisinya, tergantung seberapa rendah level estrogen.

1. Menopause lebih awal
Menopause yang lebih awal merupakan pertanda akan rendahnya kadar estrogen pada tubuh wanita. Menopause yang terlalu dini sering disertai dengan hot flash, meningkatnya debaran jantung, menggigil kedinginan, dan berkeringat di malam hari.

2. Mudah lelah
Apakah Anda merasa terlalu letih atau lelah bahkan di siang hari? Ya, itu merupakan salah satu pertanda bahwa kadar estrogen terlalu rendah.

3. Gangguan tidur
Kurangnya kualitas tidur merupakan gejala lain yang dialami bila seorang wanita memiliki kadar estrogen yang terlalu rendah. Gangguan tidur biasanya diikuti dengan rusaknya mood dan rasa lelah pada hari berikutnya.

4. Bertambah gemuk
Wanita dengan kadar estrogen yang rendah biasanya menjadi gemuk secara tiba-tiba. Penambahan berat badan itu biasanya disebabkan karena air dalam tubuh.

5. Kelembapan yang hilang
Hormon estrogen membuat kulit menjadi halus. Bila kadarnya terlalu rendah, kulit dan bagian tubuh lain menjadi kering. Itulah mengapa wanita dengan kadar estrogen yang rendah biasanya memiliki kulit, daerah kewanitaan, dan mata yang kering.

6. Minim gairah seks
Estrogen adalah hormon yang bertanggung jawab pada gairah seks wanita. Jika mengalami hasrat seks yang rendah dan rasa sakit ketika berhubungan intim, berarti ada ketidakseimbangan hormon dalam tubuh.

7. Rasa sakit pada sendi
Saat seorang wanita memiliki level estrogen rendah, kalsium pada tulang terbuang dan akibatnya tulang menjadi rapuh. Akibatnya wanita akan sering mengalami nyeri pada persendian. Selain itu, wanita berestrogen rendah juga rentan terhadap osteoporosis.

8. Depresi
Perubahan susana hati yang drastis sering dialami wanita yang kekurangan estrogen. Pada level itu, wanita juga sering mengalami kecemasan berlebih, stres, dan menjadi mudah tersinggung. Tak heran jika kekurangan estrogen menyebabkan depresi.

9. Infeksi vagina
Infeksi vagina dan kandung kemih lebih rentan dialami para wanita yang kekurangan estrogen. Pasalnya hormon itu menentukan kondisi organ kewanitaan pada perempuan.

10. Menstruasi tidak teratur
Saat kadar estrogen mulai turun atau terlalu rendah, siklus menstruasi wanita menjadi tidak teratur. Untuk mengembalikan keteraturan siklus haid, wanita harus menjalani terapi untuk menormalkan kembali level hormon seksnya.

Berikut makanan yang mengandung kadar estrogen tinggi.

1 . Biji rami : Biji rami mengandung Phytoestrogen yang disebut dengan lignan. Biji ini bisa digunakan dalam roti, sereal dan salad untuk meningkatkan tingkat penyerapannya. Biji rami mengandung fitoestrogen paling tinggi: 379.380 mcg per 100 g, dan sekitar 85,5 mg lignan dalam satu ons biji rami.

2 . Tahu : Tahu dibuat dari kedelai yang tinggi phytoestrogen atau yang disebut isoflavon. 3 ons tahu menawarkan 20 mg isoflavon atau sekitar 27,150.1 mcg fitoestrogen per 100 g .

3 . Kedelai : Kedelai merupakan salah satu sumber makanan yang kaya fitoestrogen. Asupan makanan yang kaya estrogen seperti kedelai ini dikenal dapat membantu gejala pada siklus menstruasi pada wanita. Makanan Ini adalah pilihan yang cocok untuk camilan saat membutuhkan gizi yang banyak. Satu cangkir kedelai mengandung 24 mg isoflavon atau 103.920 mcg fitoestrogen per 100 g .

4 . Kedelai yogurt : Yogurt kedelai atau bean curd yogurt adalah yogurt yang terbuat dari susu kedelai. Secangkir yoghurt ini mengandung  21mg isoflavon,  atau 10.275 mcg fitoestrogen per 100 g.

5 . Biji wijen : Biji wijen juga mengandung fitoestrogen yang dikenal dengan lignan. Biji ini biasa digunakan untuk membuat berbagai macam hidangan dan juga dapat ditaburkan di atas makanan pembuka tertentu. Satu ons biji wijen mengandung 11,2 mg lignan, atau 8008.1mcg fitoestrogen 100 g. Perbandingan dengan biji bunga matahari atau biji helianthus, yang lebih sedikit fitoestrogen, yaitu hanya 216 mcg per 100g .

6 . Roti : Seluruh biji-bijian seperti gandum, barley, rye dan gandum mengandung fitoestrogen yang dikenal dengan lignan. Jumlah unit per berat tergantung dari konsentrasi biji-bijian dalam roti.

7 . Susu kedelai : Susu kedelai adalah minuman yang terbuat dari kedelai yang diekstrak, yang juga kaya fitoestrogen yang disebut isoflavon. Satu cangkir susu kedelai mengandung sekitar 30 mg flavon atau 2,957.2 mcg fitoestrogen per 100 g . Lihat juga :  Manfaat Kesehatan Makanan yang di Fermentasi

8 . Buncis : Per 100gr Kacang buncis memberikan 993 mcg fitoestrogen. Buncis biasa diolah sebagai sayuran, direbus dsb.

9 . Bawang putih : Bawang putih juga merupakan sumber isoflavonoid dengan 603.3mcg fitoestrogen per 100 g. Bawang putih adalah salah satu bahan makanan yang banyak digunakan dalam masakan di seluruh dunia.

10 . Aprikot kering , prune dan kurma : Aprikot kering jauh lebih memberikan tinggi fitoestrogen daripada aprikot alami. Aprikot kering mengandung 445,5 mcg fitoestrogen per 100 g. Kurma kering dengan 329,5 mg per 100g isoflavoids, sementara plum kering atau prunes dengan 177.5mcg per 100 g.

Mereka  juga merupakan sumber estrogen yang baik. Makan makanan kaya estrogen yang disebutkan di atas, baik dari buah-buahan dan sayuran tidak hanya akan memastikan kelancaran transisi ke menopause bagi wanita, tetapi juga akan menjaga kesehatan secara keseluruhan.