Kanker Payudara

April 9, 2019 Off By
Kanker Payudara

Kanker Payudara

 

Tanda - tanda awal kanker payudara

Tanda – tanda awal kanker payudara

Kanker payudara adalah keganasan pada sel-sel yang terdapat pada jaringan payudara, bisa berasal dari komponen kelenjarnya (epitel saluran maupun lobulusnya) maupun komponen selain kelenjar seperti jaringan lemak, pembuluh darah dan persarafan jaringan payudara.

Penyakit Kanker Payudara merupakan penyakit yang disebabkan oleh sel ganas (kanker) yang tumbuh pada jaringan payudara. Sel-sel ini biasanya muncul pada saluran atau lobula di payudara. Sel-sel kanker ini dapat menyebar di antara jaringan atau organ yang ada dan ke bagian tubuh lainnya.

Faktor pemicu kanker ini belum dapat diketahui. Namun hal ini bisa ditelusuri dari sejarah keluarga yang mengidap kanker payudara, siklus menstruasi dini, atau kemungkinan faktor resiko lainnya. Karena begitu sulit untuk dipastikan, masing-masing kita memiliki resiko terkena kanker payudara, khususnya saat kita berusia 40 tahun atau lebih. Walaupun faktor penyebabnya masih tidak diketahui, akan tetapi penyembuhan total sangat dimungkinkan dengan pendeteksian dini melalui pemeriksaan payudara secara reguler.

kanker payudara

kanker payudara

Tanda-tanda Kanker Payudara

  • Benjolan yang tidak terasa sakit pada payudara
  • Gatal dan ruam yang terus menerus di sekitar puting
  • Pendarahan atau keluarnya cairan dari puting yang tidak biasanya
  • Kulit payudara membengkak dan menebal
  • Kulit payudara mengkerut atau menjadi cekung
  • Puting melesak ke dalam

Tanda dan Gejala Kanker Payudara

  • Kanker payudara merupakan jenis kanker yang berkembang dari sel-sel payudara. Kanker payudara biasanya dimulai dari lapisan dalam saluran susu atau lobulus. Kanker payudara yang dimulai dalam lobulus dikenal sebagai karsinoma lobular, sementara yang terjadi dalam saluran susu disebut karsinoma duktal.

Kanker payudara adalah kanker invasif yang paling umum pada wanita di seluruh dunia. Kanker jenis ini menyumbang 16% dari semua kanker yang menyerang wanita dan 22,9% dari kanker invasif pada wanita. Sebanyak 18,2% dari semua kematian akibat kanker di seluruh dunia, termasuk laki-laki dan perempuan, berasal dari kanker payudara.

Sebagian besar kanker payudara mempunyai prognosis yang lebih baik jika dilakukan perawatan pada fase awal perkembangannya. Oleh karena itu, deteksi dini dari tanda dan gejala kanker payudara akan sangat penting, apalagi pada wanita dengan risiko tinggi terkena kanker payudara.

Angka kejadian kanker payudara jauh lebih tinggi di negara maju dibandingkan dengan negara berkembang. Ada beberapa alasan terjadinya fenomena ini, dengan kemungkinan harapan hidup menjadi salah satu faktor kunci – kanker payudara lebih sering terjadi pada wanita lansia; perempuan di negara-negara maju hidup lebih lama dibandingkan di negara-negara berkembang. Para ahli juga meyakini gaya hidup dan kebiasaan makan yang berbeda dari perempuan di negara-negara maju dan berkembang jugamenjadi faktor penyebab.

Tanda dan gejala kanker payudara

Suatu gejala hanya dirasakan oleh pasien, dan dapat dijelaskan ke dokter atau perawat, seperti sakit kepala atau sakit, sedangkan tanda adalah sesuatu yang pasien dan orang lain dapat mendeteksinya, misalnya ruam atau pembengkakan.
Gejala awal kanker payudara ini biasanya ditandai dengan penebalan suatu area dari jaringan di payudara wanita, atau terkadang ditemui benjolan. Walaupun mayoritas benjolan bukanlah kanker, namun, bila menemui benjolan di payudaranya, seorang wanita harus segera memeriksakan diri ke ahli kesehatan.

Menurut National Health Service, Inggris, wanita yang mendeteksi tanda-tanda atau gejala berikut harus segera memeriksakan diri:

  • Adanya benjolan di payudara
  • Rasa sakit di ketiak atau payudara yang tampaknya tidak terkait dengan periode menstruasi
  • Pitting atau kemerahan pada kulit payudara; terkadang seperti kulit jeruk
  • Ruam di sekitar (atau diatas) salah satu puting
  • Pembengkakan (benjolan) di salah satu ketiak
  • Penebalan sebuah area dari jaringan di payudara
  • Salah satu puting mengelupas, kadang-kadang mungkin mengandung darah
  • Perubahan puting dalam penampilan, mungkin menjadi cekung atau terbalik
  • Perubahan ukuran atau bentuk payudara
  • Kulit puting susu atau kulit payudara mulai mengelupas, bersisik atau menyerpih.

Ciri-ciri Kanker Payudara yang Perlu Anda Kenali

Memiliki risiko atau tidak, tentu tidak ada salahnya untuk mengenali ciri-ciri kanker payudara. Terutama kanker payudara stadium 1. Agar jika sel kanker tersebut tumbuh, Anda tidak terlambat untuk mengobatinya. Berikut ini adalah ciri-ciri kanker payudara stadium 1 yang perlu Anda ketahui.

  • Munculnya benjolan di payudara Benjolan di dalam payudara merupakan salah satu pertanda awal dari munculnya kanker payudara. Dan benjolan ini tidak selalu terasa sakit. Meski begitu, tidak semua benjolan yang muncul merupakan benjolan kanker payudara. Benjolan ini dapat teraba saat Anda melakukan pemeriksaan pribadi di rumah. Biasanya teraba saat Anda sedang menstruasi.
  • Warna kulit payudara Anda berubah Perubahan warna ini terkadang disalahartikan dengan infeksi. Padahal, jika Anda tidak yakin dengan benjolan yang muncul di dalam payudara, perubahan warna kulit mungkin bisa membuat Anda lebih waspada. Pada tahap ini, kulit payudara akan menjadi kemerahan, seperti terjadi iritasi, tekstur kulit terasa seperti kulit jeruk, permukaan kulit area payudara yang terkena kanker tampak berlekuk-lekuk, dan terjadi penebalan kulit. Meski begitu, pada kanker payudara tipe tertentu yang cukup jarang, perubahan warna tidak terjadi.
  • Puting terasa sakit Ciri-ciri dari kanker payudara stadium 1 lainnya adalah dengan munculnya perubahan pada bagian puting disertai rasa nyeri. Selain itu, ditandai dengan keluar cairan tidak normal dari puting atau puting melesak.
  • Muncul benjolan pada ketiak Meski disebut kanker payudara, bukan berarti benjolan pada di bawah ketiak yang Anda temui tidak ada hubungannya dengan kanker ini. Jaringan payudara meluas hingga di bawah ketiak. Itulah kenapa kanker dapat menyebar melalui kelenjar getah bening di bawah ketiak.

gejala-gejala yang disebutkan berikut ini mungkin baru akan muncul setelah kanker sudah berukuran besar atau menyebar ke bagian tubuh lain.

  • Nyeri tulang
  • Mual
  • Kehilangan selera makan
  • Penurunan berat badan
  • Sakit kuning—kulit dan area putih mata menjadi kekuningan serta warna urin berubah jadi kuning keruh
  • Penumpukan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura)
  • Sesak napas
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Penglihatan jadi kabur atau menjadi ganda
  • Kelemahan otot

Sekalipun ciri-ciri kanker payudara tampaknya menyerang Anda, jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan bahwa Anda mengidap penyakit tersebut karena bisa jadi itu gejala penyakit lain. Untuk memastikannya datanglah ke pusat layanan kesehatan yang Anda percayai, sehingga hasil yang didapatkan lebih akurat dan penanganan tepat dapat diperoleh secepat mungkin.

Diagnosa Kanker Payudara

Wanita umumnya didiagnosa menderita kanker payudara setelah melakukan skrining kanker payudara rutin, atau setelah mendeteksi tanda-tanda dan gejala tertentu dan memeriksakan diri ke Dokter. Jika seorang wanita mendeteksi tanda-tanda kanker payudara dan gejala seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, dia harus berbicara dengan dokter segera. Dokter, seringkali dokter umum, pada awalnya akan melakukan pemeriksaan fisik, dan kemudian merujuk pasien ke dokter spesialis jika menurutnya pemeriksaan lebih lanjut diperlukan.

Di bawah ini adalah contoh tes dan prosedur untuk diagnostik kanker payudara:

  • Pemeriksaan Payudara
    Dokter akan memeriksa kedua payudara pasien, mencari benjolan dan kelainan lainnya yang mungkin, seperti puting terbalik, pengelupasan puting, atau perubahan bentuk payudara. Pasien akan diminta untuk duduk/berdiri dengan tangan di posisi yang berbeda, seperti di atas kepalanya dan kedua sisi tubuhnya.
  • X-ray (mammogram)
    Biasa digunakan untuk skrining kanker payudara. Jika sesuatu yang tidak biasa ditemukan, dokter akan melakukan mammogram diagnostik.
    Skrining kanker payudara telah menjadi topik yang kontroversial selama beberapa tahun terakhir. Para ahli, organisasi profesi, dan kelompok pasien saat ini tidak menemui kesepakatan mengenai kapan saat skrining mamografi harus mulai dan seberapa sering harus dilakukan Beberapa mengatakan skrining rutin harus dimulai ketika seorang wanita berusia 40 tahun, yang lain bersikeras pada 50 tahun sebagai usia terbaik, dan beberapa percaya bahwa hanya kelompok risiko tinggi harus melakukan skrining rutin.
  • Mammogram 2D Dikombinasikan dengan Mammogram 3D
    Peneliti dari University of Sydney School of Public Health, Australia, melaporkan dalam The Lancet Oncology bahwa mammogram 3D, bila digunakan dalam kolaborasi dengan mammogram 2D biasa, diketahui menurunkan kejadian positif palsu.
  • Beasts USG
    Jenis scan ini dapat membantu dokter memutuskan apakah benjolan atau kelainan yang ada merupakan massa padat atau kista berisi cairan.
  • Biopsi
    Contoh jaringan dari suatu kelainan, seperti benjolan, diambil dan dikirim ke laboratorium untuk analisis. Jika sel-sel kanker ditemukan, laboratorium juga akan menentukan jenis kanker payudara tersebut, dan keganasannya (agresivitas). Para ilmuwan dari Technical University of Munich menemukan bahwa untuk diagnosis yang akurat, beberapa situs tumor perlu diambil.
  • MRI (Magnetic Resonance Imaging) Payudara
    Pewarna akan disuntikkan ke pasien. Jenis scan ini membantu dokter menentukan sejauh mana penyebaran kanker (stadium). Peneliti dari University of California di San Francisco menemukan bahwa MRI memberikan indikasi respon tumor payudara yang berguna untuk kemoterapi pra-operasi jauh lebih awal daripada melalui pemeriksaan klinis.

Stadium menggambarkan sejauh mana penyebaran kanker dalam tubuh pasien dan didasarkan pada apakah invasif atau non-invasif, seberapa besar tumor, apakah kelenjar getah bening terlibat dan berapa banyak, dan apakah telah terjadi metastasis (menyebar ke bagian lain dari tubuh).

Stadium kanker merupakan faktor penting dalam menentukan pilihan pengobatan yang direkomendasikan, dan dalam menentukan prognosis pasien. Stadium dilakukan setelah kanker didiagnosis. Untuk menentukan stadium, dokter akan melakukan beberapa tes yang berbeda, termasuk tes darah, mammogram, sinar-X dada, scan tulang, CT scan, atau PET scan.

Pengobatan Kanker Payudara
Sebuah tim multidisiplin akan dilibatkan dalam perawatan pasien kanker payudara. Tim tersebut dapat terdiri dari seorang ahli onkologi, ahli radiologi, ahli bedah spesialis kanker, perawat spesialis, ahli patologi, ahli radiologi, radiografer, dan ahli bedah rekonstruktif. Kadang-kadang tim juga mungkin termasuk terapis okupasi, psikolog, ahli gizi, dan ahli terapi fisik.
Tim akan mempertimbangkan beberapa faktor ketika memutuskan pengobatan yang terbaik bagi pasien, seperti:

  • Jenis kanker payudara
  • Tahap dan stadium dari kanker payudara – seberapa besar tumor, apakah ia telah menyebar, dan jika telah menyebar, seberapa jauh
  • Ada atau tidak sel-sel kanker yang sensitif terhadap hormon
  • Kesehatan pasien secara keseluruhan
  • Usia pasien (Apakah ia telah melalui menopause?)
  • Preferensi pasien sendiri

Pilihan utama pengobatan kanker payudara adalah:

  • Terapi radiasi (radioterapi)
  • Bedah
  • Terapi biologi (terapi obat yang ditargetkan)
  • Terapi Hormon
  • Kemoterapi
  • Atau pilihan dengan Obat Herbal Alami

Makanan apa yang dapat membantu memulihkan pasien kanker payudara

  • Sering makan jamur Hericium. Para ahli mengemukakan, jamur Hericium kaya polisakarida dan polipeptida, zat tersebut memiliki efek penghambatan kuat pada sel-sel kanker payudara, tetapi juga akan menghasilkan interferon. Oleh karena itu, makan jamur Hericium ini dapat meningkatkan sel darah putih pada pasien kanker payudara, meningkatkan imunitas, berperan hingga pencegahan dan pengobatan kanker payudara. 
  • Makan bawang putih. Bawang putih adalah salah satu makanan kondusif untuk membantu memulihkan pasien kanker payudara. Bawang putih mengandung selenium yang tinggi, yang dapat memainkan peran dalam pencegahan kanker. Dalam penggunaannya, yang terbaik adalah memakan mentah. Dalam keadaan normal, dalam kurun waktu seminggu makan beberapa kali, anda dapat mendapatkan pencegahan.

     

  • Makan wortel. Penelitian menyadari, setelah karoten ke dalam tubuh manusia, akan berubah menjadi vitamin A. Zat ini mampu mempertahankan struktur normal dan fungsi jaringan epitel manusia, akan menyulitkan karsinogen untuk masuk, dengan demikian dapat memainkan peran pencegahan pada kanker payudara. Dalam mengkonsumsi, sebaiknya dimasak dengan baik baru dimakan, dengan demikian karoten dapat diserap.

     

  • Makan asparagus. Asparagus juga merupakan salah satu makanan yang dapat memulihkan kanker payudara. Makanan ini kaya akan protein. Ini adalah nutrisi anti kanker, dan dapat membantu mencegah pertumbuhan sel kanker. Pada saat yang sama, mengandung asam folat, selenium, asam nukleat dan zat lain yang berguna untuk mencegah perkembangbiakan sel kanker. Oleh karena itu, sering makan asparagus secara kondusif dapat mengobati dan memulihkan pasien kanker payudara.

Jenis Makanan Pencegah Kanker Payudara

  • Saat mengkonsumsi makanan sehari-hari, perlulah kita menghindari makanan yang bersifat karsinogenik. Sebaliknya kita perlu memakan makanan sehari-hari pencegah kanker yang mengandung antioksidan tinggi, sehingga akan melawan radikal bebas penyebab kanker untuk memberikan imunitas kepada tubuh. Selain itu faktor pemicu kanker karena kurangnya asupan sayur dan buah alami dimana memiliki serat yang tinggi. Dalam penelitian universitas California mengungkapkan bahwa mengkonsumsi makanan sayuran dan buah secara teratur dapat mengurangi resiko kanker hingga separuhnya.
  • Selain antioksidan yang bersifat fitokomiawi dalam sayuran dan buah memiliki sejumlah serat kasar termasuk pada makanan pencegah kanker payudara. Dengan begitu zat-zat yang karsinogenik akan terikat dengan serta, yang kemudian dibuang melalui kotoran, sehingga hal ini dapat menyingkat waktu racun untuk transit.
  • Jus dan Buah-buahan , Jus dan buah-buahan penuh dengan vitamin yang penting dalam membangun imunitas tubuh. Selain itu buah mengandung serat alami sebagai makanan pencegah kanker payudara. Serat yang diperlukan tubuh setiap harinya adalah 20-30 gram menurut National Cancer Institute, USA. Tentunya ada beberapa hal yang kita dapatkan dari manfaat jus yaitu :
  1. Mudah untuk dikonsumsi
  2. Dapat di mix dengan buah lainnya
  3. Dapat ditambah madu sehingga mengurangi rasa asam dari buah
  4. Komponen bermanfaat dalam buah menjadikan konsumsi lebih maksimal misalnya ada spon putih pada jeruk yang biasanya dibuang ketika di jus mudah dikonsumsi, karena mengandung zat limone yang tinggi.
  5. Minum 1 liter jus perhari untuk pengobatan dan pencegahan sangat dianjurkan.
  • Makanan yang Mengandung Klorofil , Klorofil sdalah pigmen utama dalam pertumbuhan hijau, alga dan bakteri fotosintetik. Dalam hal ini seperti pigmen karoten, klorofil penting dalam mengaktifasi senyawa radikal yang berbahaya bagi sel. Berikut konsumsi klorofil sebagai makanan pencegah kanker payudara dan bentukkannya :
  1. Alfa-alfa, adalah sayuran seperti tauge namun ukurannya lebih panjang dan berwarna hijau. Berfungsi sebagai antioksidan, membersihkan darah, melancarkan darah, memperbaiki pencernaan, mengatasi radang.
  2. Spirulina, adalah alga hijau biru bersel satu hidup di air tawar yang berukuran mikroskopis berbentuk spiral. Mengandung betakaroten 25 kalilipat dari wortel. Hal ini menjadi antioksidan yang sangat baik.
  3. Daun padi, yang menjadi sumber klorofil adalah tanaman berumur kurang dari 10 hari yang bebas dari residu pestisida. Untuk penyembuhan kanker, dibutuhkan 20-30 gram daun padi segar dan dicuci bersih lalu dihaluskan dengan 2 gelas air dan disaring. Air tersebut kaya klorofil yang bermanfaat untuk penyembuhan kanker.

 

Jenis Makanan yang Perlu Dihindari

Sejumlah makanan diduga dapat zat kasinogenik jika dikonsumsi. Hal ini bisa menyebabkan kanker payudara, bahkan juga kanker payudara pada pria.

  • Makanan yang mengandung tinggi lemak
  • Makanan tinggi protein, seperti daging berwarna merah dimana didalamnya mengandung senyawa heterosiklik yang memicu kanker. Lalu daging unggas atau daging putih yang awalnya sehat kini juga mulai dicurigai. Hal ini disebabkan unggas diternakkan tidak lagi alamiah sehingga kaya akan lemak.
  • Makanan yang dimasak dengan cara dibakar atau diasap – Pembakaran dibagian luarnya yang hangus akan menghasilkan senyawa kuinon dan benzopirene yang memiliki sifat merangsang pertumbuhan kanker.
  • Makanan yang digoreng dengan suhu tinggi dan minyak jenuh – Minyak goreng merupakan minyak jenuh dan lemak trans. Misalnya mentega, margarin dan minyak goreng bekas. Minyak goreng bekas yang telah 2 kali goreng dan berwarna kehitaman mengandung senyawa hydrogen peroksida yang merupakan radikal bebas yang sangat kuat.
  • Daging kaleng – Makanan kaleng banyak ditambahi garam natrium nitrit untuk mengawetkan dan mempercantik. Senyawa tersebut jika berikatan dengan amino yang terkandung dalam daging akan membentuk nitrosamine yang bersifat karsinogen.
  • Makanan beracun – Misalnya makanan yang telah tercemar racun mitoksin yang dihasilkan oleh Aspergillus flavus.
  • Umbi-umbian – Umbi yang sudah bertunas dan berbercak kehijauan mengandung senyawa glokoalkaloid khususnya solanin dan karsonin yang bersifat karsinogen,
  • Zat aditif – Makanan yang mengandung additives sebenarnya aman menurut takaran pemerintah, namun perlu diwaspadai jika tak sesuai takaran misalnya, makanan yang mengandung pemanis, pengawet dan ada pewarna buatan. Misalnya bakso, mi, junk food fast food dan lain-lain.
  • Ikan basah, ikan asin dan telur asin
  • Minuman berlakohol, soda, cokelat, kopi, dan es
  • Buah durian dan nangka

Kami sebagai toko Herbal Alami, Toko Online terpercaya toko Herbal Shop Pasarinternet memberikan solusi tepat dan Aman untuk Anda yang ingin solusi pengobatan aman dan memberikan kesembuhan serta kesehatan bagi tubuh.